Selama sembilan belas abad Kristus hampir melulu digambarkan sebagai Juruselamat yang berhidung mancung bagi warga dunia. Dan, disamping hidung-Nya yang mancung itu, ciri-ciri Semit-Nya yang lai perlahan-lahan digantikan oleh ciri-ciri Eropa. Kini tiba gilirannya gambaran itu, melalui keterlibatan dan keikutsertaan Allah pada setiap episode sejarah penderitaan umat manusia, hendak ditransposis…