“ Karena Allah bersifat transenden, manusia tidak boleh berbicara secara objektif dan nyata tentang-Nya” untuk mendekati dan mempelajari secara terus terang masalah-masalah sebesar itu, dan lain-lain yang bersangkutan, yang menghantui pikiran dan hati manusia sejak puluhan abad. Maka buku ini membagi-bagi seluruh bahannya menurut pengalaman manusiawi
Buku ini menyajikan kepada kita suatu uraian persis, kreatif dan kompeten sekali mengenai apa yang lazim disebut “ pembuktian- pembuktian eksistensi Allah”. Dewasa ini tema itu harus dipelajari kembali dalam sebuah konteks di mana Allah dan manusia dipersalahkan secara solider, sehingga menjadi lebih jelas lagi bahwa tiap ‘jalan menuju Allah’ adalah juga dan terutama suatu antropologi …
Buku ini, sebagai tahap yang pertama dari suatu rencana perjalanan yang akan meliputi tiga bagian, secara cerdas menempatkan kondisi-kondisi aktual untuk suatu pelajaran tentang Tuhan.