Text
Mereka Minum Dari Sungai dan Mati di Padang Gurun
Kita hidup di sebuah negeri yang bukan milik kita sendiri. Kita sedang mencari sebuah kota, yang pembangunan dan penciptanya adalah Allah. Di sepanjang jalan, aka nada sungai dari mana kita bisa minum. Sungai-sungai ini akan memperbaharui, menyegarkan, dan memulihkan visi dan tujuan. Namun “sungai-sungai” tersebut akhirnya tidak akan memuaskan kerinduan terdalam jiwa kita. Dalam perjalanan kta, “sungai” tersebut tidak boleh disalahartikan sebagai kota Allah yang kita cari. Kita harus terus berjalan. Tidak merasa puas dengan pemeliharaan “sungai” itu, tidak peduli betapa mengasyikkannya kekuatan dan kemuliaan yang mungkin disodorkannya kepada kita. Jika anda telah menikmati “sungai” itu, namun tidak bisa memahami mengapa frustasi tempak tetap muncul, Anda perlu membaca buku ini.
No other version available