Text
Allah yang Turut Menderita
Selama sembilan belas abad Kristus hampir melulu digambarkan sebagai Juruselamat yang berhidung mancung bagi warga dunia. Dan, disamping hidung-Nya yang mancung itu, ciri-ciri Semit-Nya yang lai perlahan-lahan digantikan oleh ciri-ciri Eropa. Kini tiba gilirannya gambaran itu, melalui keterlibatan dan keikutsertaan Allah pada setiap episode sejarah penderitaan umat manusia, hendak ditransposisikan ke gambaran yang lai: Kristus yang berhidung pesek, sipit, yang berkulit kuning langsat, hitam, atau sawo matang, atau transposisi ini mencakup peralihan dan perpindahan pada ruang dan waktu, komunikasi dan inkarnasi. Melalui upaya transposisi ini, dalam terang keikutsertaan Allah dalam penderitaan manusia itu, penulis menemukan isyarat baru bagi teologi Kristen Dunia Ketika masa kini khususnya di Asia.
No other version available