Wawasan ini dijadikannya sebagai wahana untuk menjelajahi model-model dan sumber-sumber bagi pengembangan kehidupan teologis masa kini, terutama Asia. Ia menilik teologi dari perspektif lintas budaya yang didasarkan pada pengalamannya. Metode pendekatan ini sungguh-sungguh baru dalam bidang teologi sistematika; tidak bersifat Barat maupun Timur, sehingga sangat berguna bagi dunia yang pluralistis.